Ghazwul Fikri

Advertisemen
 
Di era sekarang ini, zaman yang semakin berkembang membawa perubahan di berbagai bidang kehidupan seperti Pergaulan, komunikasi, Teknologi, Pakaian, Makanan, dan Pemikiran. Perkembagan pemikiran-pemikiran yang ada saat ini tidak semuanya berada dalam kebenaran menurut kita. Sebagai umat muslim sudah selayaknya kita harus pandai memilah-milah pemikiran yang sekiranya baik dan sesuai syariat yang diajarkan oleh islam.

            Pada zaman dahulu umat Islam diserang dengan mengunakan persenjatan, dan seiring dengan perkembangan zaman, kini penyerangan tidak lagi mengunakan persenjataan melainkan perang pemikiran atau yang lebih tepat disebut Ghazwul Fikri.

Secara bahasa Ghazwul berasal dari kata Ghozwah yang berarti peperangan dan Fikri berasal dari kata Fikr yang berarti pemikiran. Secara istilah diartikan serangan pemikiran yang ditujukan kepada umat islam untuk mengubah paragdima nilai-nilai islam. Melalui Ghazwul Fikri inilah para oknum bertujuan mempengaruhi umat Islam dengan menciptakan pemikiran-pemikiran yang menyesatkan dan menyimpang sehingga menjauh dari agamanya. Seperti dalam firman Allah :

وَلَا يَزَالُونَ يُقَٰتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ ٱسْتَطَٰعُوا۟ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

“Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu,jika mereka sanggup. Barang siapa murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia matidalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah 2 : 217)

            Sasaran Ghazwul Fikri tentu saja pola pikir, umat muslim dipengaruhi dengan paham sekularis, komunis, materialis, liberalis dan kapitalis. Sehingga mereka cenderung berpola pikir dengan salah satu paham tersebut. Serangan ini dilancarkan melalui media masa baik cetak maupun elektronik. Contoh nyata yaitu seorang yang menjual baju muslim, tetapi baju tersebut masih jauh dari syariat islam seperti baju muslim yang ketat dan terkesan mewah. Contoh lainya, menumbuhkan takut terhadap Islam atau Islamfobia. Umat islam takut dan benci dengan agamanya. Kebencian ini dibuktikan bahwa mulai enggan terhadap ajaran nilai-nilai Islam.

            Menurut pakar/ahli yang mengkaji Ghazwul Fikri ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menpengaruhi umat islam yaitu :

Tasykik adalah menimbulkan keraguan-keraguan dan pendakalan umat muslim tentang agamanya. Sasaran utamanya yaitu sumber hukum Islam. Mereka mengada-ngada bahwa Al-qur’an itu tidak benar agar umat muslim tidak lagi mempelajari dan mengamalkannya.

Tasywih adalah menggambarkan Islam secara buruk sehingga umat muslim hilang kebanggannya. Seperti memberi julukan atau gelar bahwa umat islam adalah teroris, ekstrime, fundamentalis. Sehingga julukan tersebut membuat umat muslim menjadi tidak bangga terhadap Islam dan selain itu juga sebagai hinaan.

Tadzwiib adalah mencampurkan budaya islam dengan budaya jahiliyah. Tindakan ini bertujuan agar umat islam tidak bisa lagi membedakan mana yang budaya islam asli dan budaya jahiliyah.

Taghrib, atau kebarat-baratan (westernisasi) adalah mendorong umat muslim agar menerima pemikiran, kebudayaan, gaya hidup orang barat. Sehingga nilai Islam dalam diri umat muslim luntur dan di isi dengan nilai-nilai barat yang menyimpang.

Jika sudah paham tentang Ghazwul Fikri, untuk itu mulai dari saat ini tingkatkan pemahaman keislaman kita dengan menjadi muslim yang kaffah. Dengan modal wawasan tentang islam yang luas, pengalaman dan kecakapan. Sehingga kita tidak mudah terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran yang berusaha untuk menjauhkan dari agama islam atau bahkan keluar dari agama Islam.
 
Advertisemen