Advertisemen
Semua orang pasti perlu
pertahanan, semakin kuat pertahanan maka semakin aman. Ketika kita ingin
membagun rumah pasti menginginkan bahan-bahan yang berkualitas agar kokoh dan
kuat ketika kita menempati rumah tersebut dan membagun pagar yang terbuat dari besi
yang kokoh, tinggi dan tertutup di sekeliling rumahnya. Bahkan itu masih belum
cukup dirasa aman, masih perlu saptam atau security dan CCTV agar ketika ada
penjahat masuk segera diketahui.
Itu semua bahkan belum
cukup sebab masih ada virus atau kuman yang dapat mengganggu kekebalan mereka,
untuk itu perlu mengkosumsi suplemen atau vitamin agar daya tahan tubuh
meningkat dan dan tidak mudah sakit. Selain itu ada juga yang meluangkan
waktunya untuk pergi ke pusat kebugaran atau kesehatan.
Tetapi sudah amankah mereka?
Tentu belum bisa
dikatakan aman. Meskipun mereka telah mempunyai rumah yang kokoh dan aman,
tubuh yang sehat, harta yang berlimpah banyak, Karena serangan musuh sejati
manusia justru masih bisa masuk di pertahanan mereka. Manusia beranggapan bahwa
musuh mereka adalah bukan ancaman tetapi seseorang penjahat atau dari manusia
itu sendiri. Karena anggapan mereka justru semakin menyengsarakan. Apabila
manusia tak segera membagun perisai untuk menghentikan musuh yang satu ini,
maka akan menyesal seumur hidup .
Apa itu perisai ? bukan sebagai alat pelindung, alat yang perkasa
untuk melawan musuh apalagi harta yang berlimpah ruah melainkan puasa. Kenapa
puasa sebagai perisai? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam menyuruh orang
yang sudah kuat syahwat dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa (memutuskan syahwat jiwa) bagi syahwat ini, karena
menahan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol, menenagkan seluruh
anggota badan, serta menahan semua belenggu tubuh. Para dokter juga telah
menjelaskan secara gamblang bahwa memberi pengaruh yang menajubkan dalam
menjaga anggota badan baik secara fisik maupun batin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
مَا
مِنْ عَبَدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِلِ اللهِ اِلاَّ بَا عَدَ اللهُ بَذَ لِكَ
وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا
“Tidaklah
seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena
puasanya) dari neraka sejauh tuju puluh muslim”. (Hadist Riwayat Bukhaori 6/35
Muslim 1153 dari Abu Sa’id Al-Khudry) Sabda rasulullah : “70 Muslim”yakni
perjalanan 70 tahun.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
الصَّيَامُ
جُنَةُ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah Perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka”
(Hadist Riwayat Ahmad 3/12, 3/269 dari jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin
Abil’Ash dan Shahih)
Maka dari itu perkuat pertahanan kita
dengan berpuasa, tidak hanya pada bulan Ramadhan saja, tetapi juga di
bulan-bulan lain.

Add Comments