Waspada Virus Perusak Jiwa

Advertisemen

Manusia dibekali Allah SWT dengan akal agar mampu membedakan manaاَ yang baik, buruk serta melindungi dirinya dan bahkan bisa mengalahkan hewan karena telah dibekali akal. Tetapi karena eksisitensi manusia tidak bisa hanya ditentukan dari fisik (raga) saja aspek lain yang terpenting adalah ruhaniyah (riwa).
Iman dan amal menjadi penetu kualitas aspek ini. Jika iman dan amal rusak maka secara otomatis akan merusak jiwa dan bahkan fisik pun juga ikut rusak, karena mereka saling berkesinambungan. Agar aspek ruhaniyah tetap terjaga, maka kita harus mewaspadai ancaman virus perusak jiwa. Apakah virus perusak jiwa itu? Dan bagaimana agar terhindar dari virus ini?
Berikut macam-macam virus perusak jiwa yaitu:
1.    Virus Perusak Iman
Fisik dan harta yang banyak tak sebanding dengan anugerah yang diberikan Allah yang satu ini yaitu iman. Karena imanlah yang menetukan seseorang apakah amalnya diterima atau ditolak. Seperti dalam firman Allah:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُ وْا وَمَا تُوْا وَهُمْ كُفَرٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ اَحَد ِمِهْ مِلْ ءُالاَرْضِ ذَهَبًا وَّلَوَ افُتَدَى بِهِ اًلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ الِيْمُۙ وَّمَا لَهُمْ مِّنْ نَّصَر ِيْنَ

“sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menembus dirinya. Merekaitulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak menperoleh penolong” (Qs. Ali Imran 3:91)

Iman bisa rusak dan lenyap bila terjangkit virus yaitu syirik. Kenapa syirik dapat merusak iman ? jelas syirik merusak iman, karena apabila syirik sudah merasuk otomatis iman seseorang akan buruk.

2.    Virus Perusak Amal

Amal shaleh yang ditunaikan secara ikhlas karena Allah Ta’ala dan mengikuti Rasulullah Saw, karena inilah yang menjadi penentu nasib kita kelak di akhirat. Virus yang bisa merusak amal yaitu :

1.    Riya

Al-Hafidzf Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam kitab Fatkul Bahri berkata: Riya adalah menampkan ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amal itu. Allah Swt mengingatkan dalam firmannya:

لاَ تُبْطِلُوْا صَدَ قَتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذَى كَالّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئاَءَ النَّاسِ وَلاَ يُمِنُ بِ اللهِ الْيَوْمِ

“janganlah kalian menghilangkan pahala sadaqh dengan menyebut-nyebut arau menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya kerena kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (Al-Baqarah 3: 264)

Jangan biarkan virus riya ini menghilangkan pahala dari ibadah yang telah kita kerjakan menjadi tidak ada gunanya sama sekali.

2.    Ujub

Imam Al-Ghazali menuturkan, “perasaaan ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaanya kepada Alloh.” Virus ini sangat mudah masuk pada diri manusia. Memang setiap manusia setiap manusia mempunyai kelebihan tertentu yang tidak dimiliki oleh orang lain, tetapi milik Allah kelebihan yang kita miliki, seperti dalam firman_Nya:

للهِ مُلْكُ السّمَوَتِ وَالاَرْضِ وَمَا فِيْهِنَّ

Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya”. (Qs. Al-Maidah :120)

Dalam ayat diatas telah jelas bahwa apapun yang kita miliki semua milik Alloh yang dititipkan ke kita untuk di manfaatkan.

3.    Berani bermaksiat

Maksiat merupakan perbuatan yang melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya. Seperti hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah :

“seorang hamba melakukan kesalahan maka ia diberi titik hitam dihatinya, jika ia meninggalkan dan bertaubat maka hatinya akan bersih. Jika ia kembali lagi berbuat maksiat maka akan kembali diberi titik hitam pada hatinya hingga tertutup.
Advertisemen