Apa itu Ilmu Falak?

Advertisemen

Ilmu falak mungkin masih terdengar asing disebagian kalangan orang, ilmu ini mempunyai peranan sangat penting bagi umat islam. Tanpa ilmu ini umat muslim tidak bisa mengetaui apakah sudah masuk waktu shalat atau belum, Atau ketika shalat apakah sudah menghadap kiblat atau belum, serta untuk menentukan awal Ramadhan dan Syawal.

Ilmu Falak berasal dari bahasa berasal dari bahasa arab Falakun yang mempunyai makna orbit atau lintasan benda-benda langit ( madar al-nujum ) oleh karena, itu ilmu falak dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit khususnya bumi, bulan, dan matahari pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.

Secara garis besar Ilmu Falak atau Ilmu Hisab dapat dikelompokkan pada dua macam, yaitu ‘ilmiy dan amaly.

Ilmu falak ilmiy adalah ilmu yang membahas teori dan konsep benda-benda langit. Seperti dari asal kejadian (cosmogony) bentuk dan tata himpunan, ukuran dan jarak, gerak dan gaya tarik (astromekanik) gerak dan gaya tarik dan kandungan unsur-unsur didalamnya. Ilmu ini disebut Theoritical Astronomy.

Sedangkan ilmu falak ‘amaly adalah ilmu perhitungan untuk mengetahui posisi dan kedudukan benda langit antara satu dengan yang lainnya. Ilmu ini disebut Practical Astronomy. Ilmu falak ‘amaly inilah yang oleh masyarakat umum dikenal dengan Ilmu Falak atau Ilmu Hisab. Ilmu falak Amaly ini hanya membahas sebatas mengenai peredaran bumi, matahari dan bulan saja, karena peredaran ketiga benda langit inilah yang mempunyai sangkut paut dengan pembahasan Ilmu Falak untuk pelaksanaan ibadah. Dalam hal ini ilmu falak Amaly terbagi menjadi 4 bidang:

1.    Arah kiblat dan bayangan arah kiblat

Ilmu ini pada dasarnya menghitung besaran sudut yang diapit oleh garis meridian yang melewati suatu tempat dihitung arah kiblatnya dengan lingkaran besar yang melewati tempat bersangkutan dan ka’bah, serta menghitung jam berapa matahari itu memotong jalur menuju ka’bah.

2.    Waktu sholat

Sedangkan ilmu falak membahas waktu sholat adalah menghitung tenggang waktu antara ketika matahari berada di titik kulminasi atas dengan waktu ketka matahari berkedudukan pada awal waktu sholat.

3.    Awal bulan hijriyah

Pembahsaan hitungan waktu terjadinya ijtima’(kesepakatan) yakni posisi matahari dan bulan berada pada satu bujur astronomi, serta menghitung posisi bulan ketika matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi itu.

4.    Gerhana matahari dan bulan

Pada pembahasan gerhana yaitu menghitung waktu terjadinya kontak antara matahari dan bulan, yakni kapan bulan mulai menutupi matahari dan lepas darinya pada gerhana matahari, serta kapan pula bulan mulai masuk pada umbra bayangan bumi serta keluar darinya pada gerhana bulan.  

Dari masa ke masa indonesia melahirkan ulama ilmu falak yang masyur diantaranya :

KH Ahmad Badawi

Lahir 5 febuari 1902 Yogyakarta. Karyanya yang berkaitan dengan ilmu falak adalah jadwal waktu shalat, cara mehitung hisab dan Gerhana bulan.  Semua karya belau ditulis dengan tangan berbentuk bahasa arab maupun latin dengan rapi.

KH Turaichan Adjhuri Asy-Syarofi

Lahir 10 Maret 1915 di kudus. Sumbangan karya  yang sangat bermanfaat unuk umat islam yaitu penerbitan Kalender Menara Kudus. Yang pertama kali dterbitkan percetakan Masyukuri Kudus pada 1412 dan kemudian sejak 1950 hingga sekarang dterbitkan percetakan Kitab Menara Kudus.

KH Ahmad Dahlan

Lahir 1 Agustus 1868 di Yogyakarta, dalam ilmu falak beliau melakukan pembaharuan arah kiblat Masjid Agung Yogyakarta pada tahun 1897. Dan dalam menetukan awal Ramadhan dan Syawal dengan Hisab.

Muhammad Mansyur bin Abdul Hamid

Lahir 31 Desember 1878 di Jakarta. Dikenal dengan sebutan guru Mansyur. Beliau merupakan pendiri majelis taklim yang diperioritaskan pembelajarannya adalah ilmu falak. Dan murid-muridnya kini menjadi ulama terkemuka di Betawi adalah KH Abdullah Syafi’i dan KH Abdul Rasyid Ramli, kemudian yang meneruskan ilmu falaknya adalah KH Fatahila Ahmadi dan Buyut yang lainya yaitu dikenal sebagai ustad kondang, Ustad Yusuf  Mansur. Kalender Al-Mansyuriyah masih tetap eksis dan digunakan baik kalangan muridnya, umat Islam disekitar Jabodetabek, bahkan sampai Malaysia.
Advertisemen